Bertahan dan berkembang dalam karir
Nilai-nilai yang aku pegang untuk bertumbuh dalam karir
Published Aug 27, 2026
- #karir
Bacalah ini jika kamu sedang merasa seperti impostor atau kamu baru saja memulai karir. Dalam tulisan ini, aku akan membagikan nilai-nilai yang sudah aku jalani hingga titik saat ini. Nilai-nilai ini mungkin tidak semuanya harus disetujui dan dilakukan. Ingat bahwa kamu memiliki situasi dan kondisi yang unik dan hanya kamulah yang bisa mempertimbangkan mana nilai yang bisa atau tidak bisa diterapkan.
Motivasi awal
Aku adalah seorang programmer yang bekerja di perusahaan asal Singapura, kerja dari rumah aja dengan gaji yang insyaAllah cukup sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga.
Bagi sebagian orang, mungkin ini adalah posisi dan kehidupan impian. Pertanyaannya, harus se-dewa apakah ilmu yang harus dimiliki untuk mencapai posisi ini? Kemampuanku beneran biasa-biasa aja. Kalo kamu mengikuti acara-acara atau seminar-seminar tech. Keberadaanku di luar radar orang-orang hebat itu. Yang kulakukan hanyalah bertahan dan terus belajar sejengkal demi sejengkal.
Karena itulah, maka:
Posisi yang sudah aku capai saat ini adalah posisi yang sangat bisa dikejar oleh teman-teman.
Oke! Berikut ini nilai-nilai yang aku terapkan untuk mencapai posisi sekarang.
1. Hasilkan sesuatu sampai kamu bangga
Bangga itu gimana? Bangga itu sampe kamu keluar kalimat “Wanjay keren banget ini” atau sampe kamu merasa puas dengan apa yang kamu lakukan. Ga harus semuanya, yang penting ada dulu aja.
Misal, kamu bikin CV untuk melamar kerja. Bikin sampe kamu puas dulu aja. Kalo misal terus di-review sama orang yang memang kompeten untuk nulis CV yang optimal, terus dia bilang CVmu jelek, itu urusan nanti. Setidaknya kamu sudah mengerahkan semua kemampuanmu untuk membuat CV semaksimal mungkin sesuai kapasitas yang kamu miliki. Idenya disini adalah untuk melakukan usaha maksimal sampai batas kapasitasmu dulu.
Nilai ini akan memaksamu mengeluarkan usaha yang tentunya tidak ala kadarnya, karena normalnya:
Sesuatu yang membuatmu bangga tidak akan dihasilkan oleh usaha yang ala kadarnya.
Dan kalo hasil belum membanggakan, setidaknya, usahanya harus membanggakan.
2. Usaha maksimal
Cliche ya? Semua orang juga tau harus usaha maksimal, tapi kenyataannya, tidak semua orang bisa. Poin penting adalah, usaha maksimal itu tidak diukur dari hasil yang luar biasa. Satu-satunya orang yang bisa mengukur usahamu sudah maksimal atau belum, ya dirimu sendiri, karena situasi dan kondisi masing-masing orang berbeda-beda.
Sebagai contoh sekaligus cerita, aku ikut bootcamp Devscale yang mana peserta bootcamp itu beragam sekali orangnya dari ibu rumah tangga sampai CEO perusahaan sampai anak kuliahan. Aku akan pisahkan aja sikon dari 3 hal yaitu latar belakang, waktu luang dan skill.
Ada 1 anggota timku, namanya Bintang, yang gak punya latar belakang IT. Waktu luangnya sempit, karena dia harus kerja dan cuma pegang komputer malam hari selesai kerja dan itupun di rumah kakaknya. Skill, jangankan belajar pemrograman, mengoperasikan komputer aja masih jarang karena ga punya. Bayaaangin coba kamu ada di posisi dia.
Ketika mentor kami menjelaskan cara membuat website pribadi, Bintang, dengan sikon yang sudah kujelaskan sebelumnya, bisa mengikuti sampai jadi persis aja sudah luar biasa. Karena bagi pemula, mengikuti koding dengan segala syntax-nya itu sulit lho. Bintang gak cuma berhasil menyamakan aja tapi masih mau untuk curious tanya ke aku kalo gini gimana kalo gitu gimana. Plus berusaha mengerjakan semua assignment dengan waktu terbatas yang dimiliki. Sangat luar biasa usahanya.
Lihat, dengan latar belakang seperti itu, bisa menyamai website contoh buatan mentor sudah luar biasa. Coba bandingin sama aku, yang punya banyak waktu luang, punya latar belakang IT dan skill yang dibangun selama 7 tahun berkarir. Kalo website pribadi yang aku buat itu sama persis sama yang dibuat mentor, berarti usahaku cuma ala kadarnya doang, tidak bisa dibanggakan dan jauh dibawah usaha Bintang walaupun hasil kerjanya sama.
Dapat poinnya ya?
Maksimalkan usahamu dengan segala keterbatasan situasi & kondisi yang kamu miliki.
3. Peduli
Ini cukup menarik ya karena aku punya contoh yang sangat konkrit dimana nilai ini diuji.
Kampusmu punya gedung baru. Karena gedung baru, belum ada instalasi proyektor sehingga ketika ada jadwal kuliah di ruang gedung ini, salah satu harus meminjam ke ruang pinjam proyektor di gedung itu.
Oke, requirement-nya jelas, kalo belum ada proyektor, pinjam ke ruang pinjam. Dalam situasi ini, kamu akan menemukan 4 tipe kepedulian orang:
- Gak tau
- Tau tapi diam
- Tau tapi menyuruh orang lain
- Tau dan mau bergerak
“Loh kan bakal gaada masalah kalo ditunjuk 1 orang jadi penanggung jawab pinjam proyektor?” Iya bisa jadi, tapi tantangannya adalah ketika 1 orang ini gak masuk kuliah atau datangnya terlambat. Siapa yang akan peduli dengan proyektor yang belum dipinjam dan yang mau bergerak untuk meminjam proyektor?
Membaca ini, kita pasti sama-sama sepakat bahwa orang yang paling bagus ya orang ke-4. Kendati demikian, ini tetap saja bukan penilaian absolut bahwa orang ke-4 akan sukses dan yang lainnya akan gagal. Tapi, orang ke-4 akan berkembang jauh lebih cepat karena kepedulian yang terukur.
4. Mengakui kesalahan
Kebanyakan orang lebih suka repot-repot berkelit atau menyalahkan orang lain daripada mengakui bahwa dirinyalah penyebab masalah yang terjadi. Sulit memang mengakui kesalahan dan ini memang datang dengan resiko kamu dipandang buruk.
Tapi …
Ketika kamu mengakui kesalahan, bisa mengatasi masalah itu, dan bisa belajar untuk tidak melakukan itu lagi, maka nilaimu akan jauh lebih tinggi di mata atasanmu. Jauh lebih tinggi daripada berkelit dan menyalahkan orang yang juga punya resiko dipandang buruk. Hal ini memang cukup dipengaruhi oleh seberapa sehat lingkungan kerjamu juga. Aku akan tetap mencari dan berusaha menciptakan lingkungan kerja yang cocok dengan nilai ini.
5. Belajar dari kesalahan
Tips dariku untuk benar-benar belajar dari kesalahan adalah memberi dirimu sendiri CTA (Call to Action) yang jelas.
Misal, kamu lupa ada meeting dan datang terlambat. Ok siap salah. Masih lagi lupa ada meeting dan datang terlambat. Ok siap salah. Tapi masih aja ngelakuin hal yang sama. Rasa bersalah dan menyesal itu kadang belum cukup untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Dalam kasus ini, Ok salah, gimana ya biar ga lupa lagi, oke coba aku setup alarm 5 menit sebelum meeting. Ini sudah tindakan yang jelas sebagai bentuk nyata mitigasi kesalahan yang sama.
Kesalahan itu bukan hal yang salah karena semua orang bisa berbuat salah. Yang salah adalah ketika tidak belajar dari kesalahan itu.
6. Tumbuhkan rasa penasaran
Rasa penasaran, khususnya dalam dunia pemrograman, adalah salah satu driver terbesar atas perkembangan skill kita, apalagi rasa penasaran atas hal yang seharusnya bisa tapi gak bisa. Misal, waduh lampunya kok gak nyala ya, harusnya nyala ini. Penasaran dong, mungkin lampunya yang rusak, mungkin kabelnya yang rusak, mungkin saklarnya yang rusak. Proses mencari tau apa yang rusak ini juga dilandaskan rasa penasaran, karena tidak jarang orang mengambil jalan pintas dengan “Butuh cahaya kan berarti? Nyalain lilin aja kalo gitu”.
Menggunakan solusi cepat karena nihilnya rasa penasaran dan keinginan untuk menuntaskan akar dari masalah, akan menimbulkan banyak efek domino yang negatif dalam sesuatu yang kita kerjakan itu.
Semua 6 nilai tadi bisa jadi atau mungkin juga tidak bisa serta merta diterapkan ke diri teman-teman sekalian. Karena, kita semua punya keunikan, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengikuti semua nilai tadi datang dengan segudang sifat kepribadian yang diperlukan untuk menunjangnya, yang bisa jadi itu bukan kemampuan atau kelebihan kita. Ingat bahwa teman-teman mungkin juga akan memiliki keunikan dan nilai tersendiri yang tidak kusebutkan di atas.
In the phase of getting inspired and keep advancing, don’t lose your own sparks
cariinkerja.id
An AI job-search assistant for Indonesia — scores every posting against your LinkedIn so you stop applying blind.
Try it free →
Notes in your inbox
Once in a while I email what I'm building and learning — AI, indie products, engineering. No spam.
Unsubscribe anytime.