Skip to content
jordan.maulana
EN ID
← All posts

Tauhid

Dolar mau 8 ribu, mau 18 ribu, rejeki tetap dari Allah

Published Jun 17, 2026

  • #belajar
  • #islam

source: https://www.youtube.com/watch?v=eAn1TKoNLL0

6:35 Tauhid dalam bahasa Indonesia berarti “Penyatuan / satu”. Sebuah keyakinan & usaha untuk membuat Allah satu-satunya sentral kehidupan kita.

8:27 Ada banyak peradaban yang menyebut tuhannya Allah. Yahudi panggil tuhannya Elohim -> dalam bahasa Arab = Allahumma El = Allah -> El.

10:10 Beda pemahaman Allah dalam orang kafir Quraish & Rasulullah. Jika mereka ditanya “Man robbi” siapa Tuhanmu, dijawab Allah. Jika ditanya “Man illahuka” siapa yang menjadi sesembahan, jawabnya adalah dewa-dewa dan sesembahan mereka. jadinya Syirik -> tidak menjadikan Allah satu-satunya. problem orang Arab: Rob & ilahnya beda. Maka Islam datang dengan kalimat tauhid. Kalimat yang menyatukan antara Rob & Ilah. “La ilaha illallah”.

16:33 Manusia akan selalu dikejar 2 makhluk dan gaakan bisa lepas: ajal & rezeki. ajal hanya boleh masuk ketika rezeki udah selesai.

  • Mengesakan Allah sebagai tuhan
  • Mengesakan Allah sebagai tempat meminta
  • Mengesakan Allah serta sifat-sifatnya

17:45 Orang Indo kebanyakan mengartikan Islam hanya agama ritual. Kenapa jerawat banyak? kurang puasa. Kenapa anak bodo? kurang sholat. Kenapa kamu sering marah marah? kurang tahajjud. Kenapa rejekimu segitu aja? karena kurang sedekah. Orang Indo selalu mengaitkan sesuatu dengan perkara mistis padahal Rasulullah tidak pernah mengaitkan perkara mistis dengan Islam.

Contoh: Ada orang datang ke Rasulullah dan bilang “Ya Rasulullah, saya ga punya uang.” Rasul tidak menyuruh dia sholat dhuha. Tapi Rasul bilang “Kamu punya apa di rumahmu untuk dijual?” Setelah dia cari, dia datang membawa taplak. Lalu Rasul bilang “Siapa yang mau beli taplak ini?” Lalu dibeli oleh sahabat taplak itu dengan harga 2 dirham. Kata Rasul, 1 dirham ini jadikan makan buat keluargamu, 1 dirham lagi belikan kapak, kamu kapak di tempat ini. Jangan datang ke aku lagi selama 15 hari. Bahkan evaluasinya pun ditentukan 15 hari. 15 hari kemudian sahabat ini datang bawa dirham-dirham hasil ngapak dan jual kayu. Rasul manage hidup dia sehingga dia bisa hidup dengan sebab-akibat. Rasul tidak pernah memisahkan Islam dengan sebab-akibat. Karena Islam harus yang paling masuk akal terhadap sebab akibat.

Contoh: Rasulullah memimpin strategi perang Badr. Sahabat-sahabat memaparkan ide, lalu kata Rasulullah, idenya gini aja (sambil memaparkan strategi perang Rasul). Bayangkan Rasulullah mempimpin strategi perang. Berani bantah ga? Para sahabat punya usul strategi yang lebih baik, dan Rasulullah menyetujuinya. Artinya ketika menyangkut keahlian, Rasul mengikuti siapa yang lebih ahli dalam bidang itu. Artinya Rasul mengeluarkan hukum sebab-akibat dalam perkara itu.

Ulama bilang “Allah bisa membantu siapapun kapanpun dengan cara apapun yang Dia mau, tapi Dia meminta hamba-hambaNya untuk bener bener melakukan yang terbaik sampe hamba hambanya pantas untuk mendapat pertolonganNya”

22:22 Dolar naik segala macam, iyalah semua muslim tau ajal ga akan datang sebelum rezeki selesai. Tapi ngomong “Dolar mau 8 ribu, mau 18 ribu, rejeki tetap dari Allah”, itu seolah olah kamu menafikkan ilmu ekonomi, menafikkan pemerintah ada berbuat sesuatu yang ga bagus, sehingga dolar ancur. Sebab akibatnya kamu abaikan. Orang yang mengabaikan sebag akibat ini sebenernya ga bertawakkal.

Ketika nabi Ibrahim dibakar, ada cicak yang niup api supaya apinya lebih besar, ada semua yang bawain air. Semua orang tau semur itu ga bisa memadamkan api, tapi semua orang tau itu usaha paling maksimal yang bisa dilakukan.

30:28 Kesalahpahaman orang terhadap tauhid itu membuat orang lalai untuk memberikan yang terbaik.